Selasa, 10 Februari 2015




TEMPAT YANG HARUS DI KUNJUNGI  SAAT BERADA  DI KOREA 




yongpyong resort
1.YONGPYONG RESORT


Jika ingin merasakan bermain ski di tempat terluas di Korsel, datang saja ke Yongpyong Resort di Pyeongchang-gun, Gangwon-do. Untuk saat ini, Yongpyong Resort adalah tempat bermain ski terbesar di Korsel.


Yongpyong memiliki 28 tempat pendakian bermain ski untuk level pemula, menengah, dan mahir. Tempat pendakian yang ada dan paling terkenal, antara lain The Rainbow, Gold, dan Mega Green. Tempat pendakian ini hampir menjangkau tiga gunung yang menghadap ke resor, sekira 3 jam dari Kota Seoul.
Rainbow adalah tempat pendakian tertinggi dengan ketinggian 1.210 meter. Untuk mencapai puncak, dibutuhkan waktu sekira 20 menit. Untuk kita para pemula, bisa memilih Green Mega setinggi 700 meter. Karena Green Mega adalah tempat pendakian terluas di Korea, kita tidak perlu khawatir akan bertabrakan dengan pemain ski yang lain.

2.PHOENIX PARK
phoenix park

Jika ingin merasakan bermain ski di tempat terluas di Korsel, datang saja ke Yongpyong Resort di Pyeongchang-gun, Gangwon-do. Untuk saat ini, Yongpyong Resort adalah tempat bermain ski terbesar di Korsel.

Yongpyong memiliki 28 tempat pendakian bermain ski untuk level pemula, menengah, dan mahir. Tempat pendakian yang ada dan paling terkenal, antara lain The Rainbow, Gold, dan Mega Green. Tempat pendakian ini hampir menjangkau tiga gunung yang menghadap ke resor, sekira 3 jam dari Kota Seoul.

Rainbow adalah tempat pendakian tertinggi dengan ketinggian 1.210 meter. Untuk mencapai puncak, dibutuhkan waktu sekira 20 menit. Untuk kita para pemula, bisa memilih Green Mega setinggi 700 meter. Karena Green Mega adalah tempat pendakian terluas di Korea, kita tidak perlu khawatir akan bertabrakan dengan pemain ski yang lain.


3.NAMI ISLAND

nami island

Para penggemar drama Korea, tentu sudah tidak asing lagi dengan drama yang berjudul "Winter Sonata", bukan? Ya, film yang dibintangi oleh Choi Ji-woo and Bae Yong Joon ini banyak mengambil tempat shooting di Pulau Nami. Saking banyaknya kunjungan dari para wisatawan domestik dan mancanegara karena drama tersebut, kini disana terpampang patung kedua artis tersebut.
Nami Island, Pulaunya Winter Sonata
Senin, 09 Januari 2012
Pulau Nami adalah sebuah lahan yang berada ditengah-tengah bendungan Cheongpyeong Dam dengan luas sekitar 462.000 meter persegi. Diberikan nama Pulau Nami karena di pulau tersebut dimakamkan Jendral Nami yang memimpin kejayaan dimasa Dinasti Joseon. Pulau ini terletak sekitar 63 km away dari pusat kota Seoul menuju arah kita Chuncheon dan terkenal dengan keindahan pohon-pohon pinus sakurayang ditanam disepanjang jalan.

Pulau Nami diibaratkan sebagai sebuah negara republik. Ada imigrasi, ada polisi bahkan presidennya pun ada sendiri. ebelum anda masuk kepulau ini, anda akan masuk melalui imigrasi. Untuk mencapai Pulau Nami, anda akan dipandu untuk menuju kapal Ferry yang memakan waktu hanya 5 menit perjalanan saja. Selain itu jika anda ingin menguji keberanian, anda bisa mencoba skyline dari pelabuhan kapal Ferry menuju Pulau Nami.

Biaya Masuk
Dewasa : 8.000 won
Anak-anak : 4.000 won

4.Nanta Show, Atraksi Hiburan Dengan Peralatan Dapur


nanta show
Nanta adalah musik populer di Korea Selatan. Acara ini ditayangkan pertama kali pada bulan Oktober 1997 di Aula Hoam Art di Seoul. Pertunjukan Nanta ini adalah berceritakan sederhana dari tiga koki mencoba untuk menyelesaikan mempersiapkan pesta pernikahan dalam batas waktu yang ketat, sementara manajer memasukkan keponakannya yang tidak kompeten di antara ketiga koki tersebut. Pertunjukan menggabungkan atraksi akrobat, trik sulap, komedi, pantomim dan partisipasi dari penonton. Dimana alat-alat yang digunakan semua dari peralatan dapur, seperti panci, mangkok, sendok, pisau dapur, ember hingga galon air.
Di Seoul Korea Selatan terdapat 4 gedung teater Nanta, yang berada di Myeong Dong, Gangbuk Jeong Dong, Hongdea dan Jeju. Harga tiket mulai dari Rp. 350 rb hingga Rp. 500 rb (bila di kurs ke rupiah). Lama pertunjukkan kurang lebih 100 menit. Saran penulis ambil posisi duduk di depan dan berpenampilan manarik bila ingin kamu dipilih untuk naik ke atas panggung untuk ikut beratraksi dengan mereka.


5.JEJU ISLAND




  


Pulau Jeju (Jeju-do) adalah pulau terbesar di Korea dan terletak di sebelah selatan Semenanjung Korea. Pulau Jeju adalah satu-satunya provinsi berotonomi khusus Korea Selatan.
Terletak di Selat Korea, sebelah barat daya Provinsi Jeolla Selatan, yang dahulunya merupakan satu provinsi sebelum terbagi pada tahun 1946. Ibukota Jeju adalah Kota Jeju (Jeju-si).
Topografi Pulau Jeju terbentuk sekitar 2 juta tahun lalu oleh aktivitas vulkanis. Di tengah-tengah pulau muncul Hallasan (Gunung Halla), gunung tertinggi di seluruh Korea (1.950 m). Pulau ini bercuaca hangat sepanjang tahun dan pada musim dingin jarang turun salju, sehingga tanaman-tanaman yang tumbuh di daerah subtropis bisa bertahan hidup.
Pulau Jeju dijuluki Samdado, "Pulau yang Berlimpah dengan Tiga Hal" yaitu, bebatuan, wanita dan angin]. Karena memiliki keindahan alam dan kebudayaan yang unik, Pulau Jeju adalah salah satu objek wisata paling terkenal di Korea. Dalam catatan sejarah, Jeju disebut dalam berbagai nama, mulai dari Doi, Dongyeongju, Juho, Tammora, Seomna, Tangna atau Tamra.
Kota pelabuhan terdekat Jeju dengan daratan utama Korea adalah Mokpo, propinsi Jeolla Selatan. Panjang garis pantai 253 km, luas keseluruhan 1.825 km². Suhu di Jeju dapat bervariasi, mulai dari tropis sampai subtriopis. Suhu rata-rata per tahunnya adalah 14,6° C dan 4,7° di musim dingin. Keanekaragaman flora yang tumbuh di Jeju sangat berbeda dengan yang ada di Semenanjung Korea. Karena iklimnya yang baik, pulau ini ditumbuhi lebih dari 1.700 jenis tanaman, sehingga Jeju dijuluki sebagai "Pulau Botani" karena kekayaan floranya.
Selama berabad-abad, penduduk Pulau Jeju dijuluki sebagai yukgoyeok ("enam jenis pekerja keras") yang merujuk kepada warga yang mengerjakan berbagai pekerjaan sulit dan berat untuk hidup, seperti mencari abalon dan kerang dengan cara menyelam ke dasar laut, membangun pelabuhan, beternak, membuat kapal dan bertani. Seringkali mereka diperas demi membayar upeti kepada penguasa di ibukota. Bencana alam seperti kekeringan dan angin topan juga sering mengakibatkan gagal panen dan kelaparan yang memakan banyak korban jiwa

Peristiwa paling kelam dalam sejarah rakyat Jeju adalah insiden berdarah pada periode pembentukan Republik Korea pada tahun 1948 sampai periode Perang Korea (1950-1953) dimana banyak warganya dibantai karena dianggap sebagai sarang pemberontak atau pengikut komunis. Karena mengalami kehidupan yang keras oleh tekanan penguasa, warga Jeju dikenal sebagai orang-orang yang tabah dan mampu bertahan dalam situasi yang sulit. Rakyat Jeju menyatakan tentang kehidupan mereka dengan ungkapan:
“ Kebahagiaan itu kecil seperti butir pasir, sementara kesedihan itu sebesar batu karang "

 

6.HWASEONG FOTRESS





i

Hwaseong (Brilliant Castle / Fortress) adalah tembok yang mengelilingi pusat Suwon , ibukota provinsi Gyeonggi-do , Korea Selatan . Benteng ini dibangun 1794-1796 oleh Raja Jeongjo dari Dinasti Joseon ke rumah dan menghormati sisa-sisa ayahnya Pangeran Sado , yang telah dibunuh oleh dikurung hidup di dalam dada beras oleh ayahnya sendiri Raja Yeongjo setelah gagal mematuhi perintah untuk melakukan bunuh diri. Terletak 30 kilometer (19 mil) selatan dari Seoul dan melampirkan banyak pusat Suwon, Benteng termasuk istana Raja Jeongjo yang HaengGung. Situs ini ditetapkan sebagai World Heritage situs oleh UNESCO pada tahun 1997. Suwoncheon , arus utama di Suwon, mengalir melalui pusat benteng.









Peta benteng
Hwaseong Fortress dibangun lebih dari dua setengah tahun, 1794-1796, sesuai dengan desain dari arsitek Jeong Yak-yong , yang kemudian akan menjadi pemimpin terkenal dari Silhak gerakan. Silhak, yang berarti pembelajaran praktis, mendorong penggunaan ilmu pengetahuan dan industri, dan Jeong dimasukkan desain benteng dari Korea dan Cina bersama dengan ilmu pengetahuan kontemporer dalam rencananya. Penggunaan batu bata sebagai bahan bangunan untuk benteng dan kerja katrol efisien dan crane juga karena pengaruh dari Silhak. [2]
Pembangunan benteng ini juga merupakan respon terhadap runtuhnya garis depan Korea selama perang Imjin . Pada saat itu, model yang dominan untuk membangun benteng-benteng di Korea adalah untuk membuat dinding sederhana untuk kota atau kota dan benteng gunung yang terpisah dimana orang bisa mengungsi di masa perang. Namun, benteng ini dibangun untuk memasukkan unsur dinding, benteng pertahanan, dan pusat kota, empat gerbang utama yang digunakan sebagai gerbang untuk kota. Panah-meluncurkan platform dibangun di sepanjang benteng dengan parapets crenellated dan benteng adalah unsur-unsur pertahanan benteng sementara dinding juga mengadakan gerbang rahasia untuk tindakan ofensif.
Benteng mengambil 700.000 jam kerja untuk membangun dan biaya nasional treasury 870.000 nyang, mata uang pada saat itu, dan 1500 karung beras untuk membayar para pekerja. Di masa lalu, karya pemerintah telah dilakukan oleh tenaga kerja rodi , tetapi dalam kasus ini pekerja dibayar oleh pemerintah, tanda lain dari Silhak pengaruh.
Raja Jeongjo rupanya dibangun benteng ini untuk mempersiapkan langkah ibukota dari Seoul ke Suwon. Suwon telah diakui secara strategis diposisikan untuk menghubungkan Seoul dengan Laut Barat ( Laut Kuning ) dan China. Raja ingin meninggalkan perselisihan fracticious pengadilan untuk melaksanakan reformasi dan percaya bahwa Suwon memiliki potensi untuk tumbuh menjadi modal baru dan makmur. Untuk mendorong pertumbuhan, ia memerintahkan orang untuk pindah ke Suwon dengan biaya yang cukup besar dan membebaskan mereka dari pajak selama sepuluh tahun. Raja Jeongjo juga memerintahkan pekerjaan umum, seperti pembangunan fasilitas pendidikan untuk lebih memudahkan kota sebagai modal.

7.HANOK VILLAGE


Jeonju Hanok Village adalah salah satu obyek wisata favorit turis saat berkunjung ke Korea Selatan. Jeonju Hanok Village itu sendiri adalah desa tradisional yang memiliki sekitar 700 rumah hanok. Selain itu, disini juga terdapat obyek-obyek wisata lain seperti Kuil Gyeonggijeon, Pungnammun Gate, dan Omokdae Pavilion serta berbagai museum, galeri, restoran, kafe, dll.

Berkeliling di Desa Hanok hanya membutuhkan waktu sekitar 1 – 2 jam saja. Sehingga chingudeul masih memiliki banyak waktu untuk mengunjungi obyek wisata lainnya, berfoto, wisata kuliner, dan menikmati program membuat kerajinan tangan. Setelah ditunjuk sebagai "Slow City," Jeonju telah menjadi tujuan wisata yang sangat populer. Bagi chingudeul yang ingin mengunjungi obyek wisata di Jeonju, simak rekomendasi dibawah ini agar perjalanan chingudeul lebih nyaman.




REFERENSI : http://forum.kompas.com/travel/240789-7-tempat-yang-harus-dikunjungi-di-korea.html