.
Antara Dewa dan Mario
"Selamat ulang tahun ke 13 sayang , semoga kalian selalu jadi anak-anak yang baik dan selalu buat bangga mama dan papa,"
Mario mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan matanya dengan cahaya yang masuk ke dalam kamar lelaki yang baru saja mengalami mimpi itu untuk ke sekian kalianya.Mario bangkit dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi.Tak lama kemudian Mario sudah siap dengan penampilan yang bisa dikatakan sangat tidak pantas untuk penampilan seorang anak pengusaha sukses dan seorang model terkenal.Mario pun bergegas menuju halte terdekat untuk naik bis ke sekolahnya.
***
Seperti biasanya Mario merupakan anak yang suka dibully di kelasnya dikarenakan penampilannya yang bisa dikatakan nerd atau kutu buku.
Keadaan kelas sangatlah sepi mengingat saat ini adalah jam istirahat.Mario memang tidak pernah ke kantin akhir-akhir ini , karena pasti akan ada gerombolan anak kelas 12 yang selalu membully dan memalak Mario disana, bukannya Mario takut, dia hanya ingin melewati masa SMA nya tanpa masalah.Mario mendongakkan kelapanya dari meja ketika mendengar suara kursi di sebelahnya berdecit.
"Kamu gak ke kantin?"tanya gadis tersebut.
"engak ra,aku males,kamu kesana sendiri gakpapa kan?"kata Mario membalas pertanyaan Naura.
Naura adalah teman baru Mario , Naura bisa di katakan satu-satunya teman Mario, karena memang tidak ada yang mau berteman dengannya.Naura baru saja pindah ke SMA Nusantara 2 minggu lalu.
"oh, oke aku duluan ya," jawab Naura lalu beranjak dari kursi.
***
Bel pulang sekolah baru saja berbunyi 5 menit lalu , Mario pun bergegas pulang setelah guru mapel matematika keluar dari kelas.
" yo,gimana nih kerja kelompoknya mau di kerjain dimana? kalo dirumah kamu gimana?"tanya Naura dengan senyum menghiasi wajahnya.
"gak gak ,jangan dirumah aku,dirumah kamu aja,"tolak Mario.
"oh oke , gak masalah , aku tunggu besok minggu jam 9 ya, aku duluan ya,bye " kata Naura sambil berlalu.
***
Sebelum masuk rumahnya Mario melepaskan kacamata tebal dari wajahnya dan merubah bentuk rambutnya menjadi berbeda. Baru 2 langkah Mario masuk ke rumah sudah terlihat mamanya yang memasang wajah khawatirnya. Mama Mario merupakan model terkenal yaitu Aryana Brimantara, namun sudah hampir 3 bulan ini, tidak ada Aryana yang seperti biasanya, tidak ada gaun cantik, tidak ada make up, dan barang-barang branded yang ia kenakan,hal itu berawal dari kejadian itu,, yang merubah segalanya 180°.
"Apa yang anda lakukan di sini ?".kata Mario dengan nada ketus.
"Bagaimana sekolahmu?apakah lancar?Oh iya, mama masak makanan ke sukaan kamu, ayo makan"kata mama Mario dengan senyum yang terukir di wajahnya meskipun terlihat kekecewaan yang mendalam melihat sikap anaknya tadi.
"Sejak kapan Anda menjadi pura-pura peduli dengan hidup saya?"tanya Mario dengan nada datar.
" Apakah kamu masih tetap marah dengan mama Dewa ?"tanya Mama Mario dengan lembut.Mario memang dipanggil Dewa karena nama lengkap mario adalah Mario Dewangga Brimantara.
"Kurasa Anda tau jawabannya sendiri." jawab Mario ketus,sembari merjalan menuju kamarnya meninggalkan mamanya yang masih mematung di ruang tamu.
***
Sudah tiga hari ini kursi yang berada di barisan paling depan meja guru kosong, hal itu menandakan bahwa Mario atau Dewa sudah tidak masuk selama tiga hari.
Naura memutuskan untuk bertanya alamat rumah Mario ke wali kelas yang kebetulan mengajar pada jam pelajaran terakhir saat ini karena memang tidak ada temannya yang tau dimana rumah Mario.
Naura pun segera menuju rumah Marii ketika bel jam pulang sekolah berbunyi.
***
Tak perlu waktu lama untuk menemukan rumah Mario karena letaknya dekat gerbang kompleks.
Rumah megah dengan cat warna krem dengan halaman yang luas menambah kesan mewah dari rumah tersebut.
Dengan langkah ragu, Naura mengetuk pintu tiga kali, tidak ada sautan, Naura mengetuk sekali lagi tak lama pintu tersebut terbuka.Nampak seorang wanita paruh baya dengan bau bawang di badannya
"cari siapa non?"tanya wanita tersebut.
"cari Mario bi,"kata Naura.
"Mario? Oh. den Dewa,Ayo masuk non,"kat wanita tersebut yang merupakan pembantu Mario dengan nada sedikit kebinggungan.
"Oh. iya bi",kata Naura.
Dengan langkah ragu Naura melangkahkan kakinya kedalam rumah tersebut. Naura mulai mengamati keadaan rumah Mario, suasananya sepi,mata Naura berhenti di salah satu foto yang tergantung di dinding, terlihat foto tersebut menggambarkan kebahagiaan dari keluarga tersebut.Matanya berhenti selama beberapa detik Naura kaget melihat dari foto tersebut,Mario punya kembaran?
"Ngapain lu disini hah?" tanya pemuda yang baru saja turun dari tangga terakhir menuju ruang tengah dengan nada dingin.
Kalimat dari tersebut membuyarkan lamunan Naura.Naura menatap pemuda tersebut dengan mimik muka yang sulit diartikan
"Hah? maksudnya?"tanya Naura kebingunggan.
"Pergi." kata pemuda itu lagi dengan nada dingin.
"aku ke sini mau ke-".ucap Naura yang dipotong oleh pemuda itu
"gua bilang pergi!!"kata pemuda tersebut dengan nada suara yang lebih tinggi
Tanpa berkata apa-apa lagi Naura langsung berlari keluar rumah tersebut dengan beribu pertanyaan yang berkecamuk di otaknya.
***
Hari ini berbeda dengan 3 hari lalu, sekarang Mario sudah masuk kelas. Hari ini Mario datang lebih pagi, sehingga dia terhindar dari para pembully kelas 12 .Mario membenamkan wajahnya didalam tangan yang dilipatnya di atas meja
"pagi yo!"sapa Naura saat memasukki kelas.
Mario tidak menjawab.
"Yo.."ucap Naura sembari mengoyangkan bahu Mario pelan.
Mario mengangkat kepalanya dengan malas.
"Apa?"tanya Mario dengan wajah masam.
"Eh, eng..engak papa, gak jadi, kamu lanjutin aja tidurnya,maaf kalo aku ganggu.".Kata Naura mengurungkan niatnya untuk bertanya tentang hal kemarin kepada Mario namun ia urungkan karena dia merasa mood Mario sedang tidak bagus hari ini. Naura pun mendudukkan dirinya di bangku belakang Mario.
Bel istirahat sudah berbunyi sekitar 10 menit lalu, tapi Mario masih terus berkutat dengan buku catatannya.Mario bisa dikatakan anak yang cerdas,meskipun kadang ia tidak masuk tanpa alasan, namun ia selalu masuk rangking tiga besar dan catatannya selalu lengkap, karena meskipun tidak masuk Mario akan meminjam catatan temannya untuk disalin.
Naura memberanikan dirinya untuk menegur Mario karena sedari tadi tidak berbicara sama sekali.
"yo, kantin yuk!aku laper nih,"ajak Naura dengan nada akrab.
"gak,kamu sendiri aja" jawab Mario dengan nada ketus.
"kamu kenapa?sakit?"tanya Naura dengan nada sedikit khawatir.
"aku gakpapa, udah ya ra, aku mau ke perpus dulu"jawab Mario sambil berlalu.
Naura hanya bisa menatap punggung Mario yang perlahan menghilang dari pandangannya.
***
kringg
Bel tanda pulang sekolah baru saja berbunyi yang di iringi sorakan dari siswa yang sudah merasa bosan dengan pelajaran jam terakhir yang menyebalkan.
"yo!" sapa Naura sembari menepuk pundak Mario.
"iya ra, kenapa?"tanya Mario dengan senyum tipis yang mengembang dibibirnya.
Naura merasa aneh dengan perubahan mood Mario yang sangat cepat,sepertinya baru satu setengah jam lalu Mario memasang wajah menyeramkan dan saat ini dia terlihat begitu bahagia.itu memang aneh
"yo, kita ngerjain tugas kelompok di rumah aku sekarang gimana ?soalnya waktunya udah mepet, terus kemaren kamu hari minggu pake ada urusan segala jadi kita belum sempet ngerjain."tawar Naura.
"oke, ayo!"jawab Mario sambil berjalan tetlebih dahulu.Naura pun berlari kecil mensejajrkan langkahnya dengan Mario
***
Mario menjelajahkan matanya di ruang tamu rumah Naura, rumahnya memang tidak sebesar rumah milik Mario, namun cukup untuk dikatakan sebagai rumah mewah.
"duduk dulu yo, mau minum apa nih ?"tanya Naura sembari mendudukkan tas nya di sofa.
"eh iya, air mineral aja"ucap Mario.
Naura menuju kamarnya terlebih dahulu untuk mengangti pakaian seragamnya dengan baju rumah , lalu mengambilkan segelas air putih dan cemilan dari dapur membawanya ke ruang tamu.
"rumah kamu bagus juga,"kata Mario ketika melihat Naura mendudukkan dirinya karpet ruangan tersebut.
"nih minumnya, makasih, tapi ini bukan rumah aku, ini rumah ortu aku, lagian rumah kamu lebih bagus dari ini"ucap Naura sembari meletakkan nampan berisi minum tadi di atas meja.
Mimik wajah Mario berubah
"lain kali jangan ke rumah aku lagi tanpa ngomong sama aku dulu"kata Mario dengan nada datar.
"ehm..oke, eh kemaren aku liat cow--"kata Naura yang tiba-tiba diputus oleh Mario.
"udahh...buruan kerjain tugasnya nanti gak selesai."ucap Mario mengalihkan pembicaraan yang akan berbahaya jika terus berlanjut.
"oke.eh gimana kalo bagi tugas aja, aku yang ngerangkum, kamu yang ngetik gimana?" tanya Naura.
"oke gak masalah"kata Mario sembari tersenyum dan membenarkan kacamatanya yang melorot.
***
Mario keluar dari kamar mandi sembari mengusap rambutnya yang setengah basah. Mario sangat terlihat berbeda tidak ada kacamata tebal, tidak ada poni yang menutupi jidatnya ,tidak ada dasi yang mencekat lehernya. Mario benar benar membuat yang melihatnya tidak percaya bahwa dia Mario, pemuda nerd yang pandai dari SMA Nusantara.
Mario menjatuhkan punggungnya di atas kasurnya, belum sempat ia menutupkan matanya ,terdengar suara pintu kamarnya terbuka,terlihat mamanya masuk dengan segelas teh dan makanan di tangannya. Mario pun menghembuskan nafasnya kasar saat mengetahui bahwa itu mamany.Mama Mario berjalan mendekati Mario yang masih tetap memang langit-langit kamarnya.
"untuk apa Anda kesini? "tanya Mario dengan ketus sembari mendudukkan dirinya di tepi ranjangnya .Mamanya pun meletakkan nampan yang dibawanya di atas nakas.
"mama minta maaf Dewa !! tolong ngertiin perasaan mama Dewa!"kata mama Mario dengan lembut.
"Mama sayang sama kalian"kata mama mario dengan suara rendah karena menahan tangisnya.
Deg. Ya,ini bukan pertama kalinya ibunya meminta maaf, namun baru kali ini Mario merasakan suatu makna maaf yang terasa tulus dalam lubuk hatinya. Mario hanya bisa mengelus dada, matanya nanar dan berkaca-kaca menahan dirinya untuk tetap tenang.
"Cukup!,saya mohon Anda keluar dari sini"kata mario tanpa menatap ibunya tersebut.
Mama Mario pun keluar dengan air mata yang mengalir di pipinya.Mario langsung mengambil jaket dan kunci motornya. Mario memacu motornya kencang membelah hingar bingar kota jakarta di malam hari, Mario menuju ke sebuah club malam.
Mario pulang dengan penampilan yang sangat kacau,dirinya dalam keadaan setengah sadar.Ya, Mario pulang mengendarai motornya sendiri kerumahnya, karena memang ia tidak ingin ada yang mengetahui letak rumahnya.
***
Naura berjalan melewati koridor kantin, hari ini ia pergi kekantin sendiri karena dirinya harus membantu guru terlebih dahulu.
Langkah Naura terhenti ketika melihat segerombolan kakak kelas pembully pergi menjauh dari seorang laki-laki yang saat ini sedang duduk dilantai menundukkan wajahnya.
Ya, laki-laki itu adalah Mario, ya satu-satu nya murid yang sampai saat ini masih sering di bully oleh kakak kelas.
"kamu ga papa ?" tanya Naura
"lu ngapain disini?"tanya Mario ketus kepada Naura
"hah?"tanya Naura kebingunggan.
Mario tersadarkan, kemudian dia memakai kacamatanya yang sempat terlepas.
"eh, Naura , aku gakpapa kok,"jawab Mario"yuk kekantin"lanjut Mario.
Mario dan Naura pun berjalan menuju kantin.
***
Mario turun dari angkot yang ia naikk dari sekolah menuju sebuah warung tempat ia menitipkan motornya hari ini. Mario tidak ingin teman-temannya melihat dirinya mengendari motor ke sekolah, mana mungkin seorang nerd mengendari motor yang keren.
Hari ini Mario berencana untuk tidak pulang ke rumah, dia akan datamg ke rumah kontrakan yang dia sewa untuk menghabiskan waktunya untuk bermain ps atau yang lainnya.
***
Seorang pemuda keluar dari rumah yang baru berapa menit lalu ia masuki pergi menuju mini market terdekat untuk membeli makanan dan snack untuk dirinya.Tak sengaja Mario bertemu dengan Naura.Naura tampak binggung dengan laki-laki yang sedang berada di sebelahnya ketika dirinya saat ini membayar dikasir, ia merasa pernah melihatnya tapi dia binggung dimana ia melihatnya. Naura pun memutuskan untuk bertanya.
"halo, aku Naura, kayaknya kita udah pernah ketemu deh, tapi dimana ya?"tanya Naura memulai pembicaraan.
"lu siapa?emang kita pernah ketemu?jangan sok kenal."jawab laki-laki itu ketus.
"iya,waktu itu kita udh pernah ketemu tapi gak tau dimana,oh iya, nama kamu siapa?"tanya Naura lagi.
"Gua Dewa, kenapa? eh,,lu bisa minggir gak gua mau bayar nih."jawab laki-laki tersebut dengan dingin.
"oh oke, aku duluan ,bye" kata Naura lalu berjalan keluar mini market.
***
Mario masuk rumah kontrakannya dengan keadaan basah kuyup.Hari ini hujan turun dengan derasnya,karena tidak membawa baju ganti Mario memutuskan untuk tidur dengan keadaan sedikit basah.
***
Hari ini Mario tidak masuk kesekolah ia memutuskan untuk membolos hari ini karena ia tak enak badan.
Malam harinya meskipun keadaan Mario tidak begitu baik ia memilih pulang kerumah untuk menganti pakainannya. Setelah selesai menganti baju ia langsung menancap gas menuju sebuah club malam yang biasa ia kunjungi.
Sampai di club tersebut, tidak lama setelah Mario masuk, segerombolan anak-anak tanpa ba-bi-bu langsung menghajar Mario,dan setelah itu semua gelap.
***
Berhari-hari Mario tidak datang ke sekolah.Naura memutuskan untuk mendatangi rumah Mario untuk kedua kalinya dengan ragu-ragu.
Sampai di rumah Mario terlihat, pembantu Mario sedang membersihkan halaman depan rumahnya.Naura pun bertanya keberadaan Mario, Naura sangat kaget ketika pembantu Mario mengatakan bahwa Mario di opnam di rumah sakit.Setelah diberi tahu alamat rumah sakit, Naura pun langsung bergegas.
***
Seorang wanita paruh baya sedang duduk termenung pada deretan bangku di depan ruang inap vip.Kaki-kakinya tidak mampu menahan beban tubuhnya saat ini, nafasnya pun juga tersengal-sengal sebagai akibat dari berita semalam.
Dengan sisa tenaga yang ia miliki, wanita tersebut menegakkan dirinya dan berjalan memasukki ruang inap tersebut. Matanya memanas ketika melihat seorang pemuda yang mengatupkan matanya dan infus yang terpasang pada tangan kanannya. Dengan pasti wanita tersebut menggengam jemari pemuda tersebut.
"maafkan mama, Mario sayang" bisiknya dengan suara parau.
Ceklek
Terdengar suara pintu terbuka.Tampak seorang Lelaki yang menampakkan wajah khawatirnya memasukki ruangan .Dia adalah Ardi Brimantara,ayah Mario.Ardi menghampiri Mama Mario yang masih menangis sesengukkan
"aku tunggu di luar"ucap papa mario yang kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut.
Belum lama duduk papa Marik di depan kamar anaknya,datang seorang gadis sebaya dengan Mario menghampirinya.
"permisi om, ini ruang inap Mario bukan ?" tanya Naura dengan sopan.
"iya benar, kamu siapa ya?"jawab papa Mario.
"saya Naura Hardjojo om, teman sekolahnya Mario. Om siapanya Mario ?"tanya Naura sembari menyalami papa Mario.
"Saya Ardi, papanya Mario."kata Papa Mario"kita tungu disini dulu, sedang ada Mama Mario didalam,tunggu sampai dia keluar."lanjutnya seraya mendudukan tubuhnya di kursi panjang tersebut
"tentu. Om saya mau tanya Mario itu punya kembaran ya?"tanya Naura.
"kamu tau dari mana?"tanya Papa Mario dengan mimik wajah kaget.
"kenapa om ?saya salah ngomong ya?"tanya Naura seketika ketika melihat mimik muka Om Ardi yang berubah menyiratkan kesedihan yang mendalam.
"engak kok, om cuma keingetan sama kembarannya Mario."jawab papa Mario dengan suara yang menunjukkan kesedihan.
"namanya Dewa bukan?"tanya Naura"aku pernah ketemu dua hari lalu" lanjutnya.
"dia sudah meninggal sekitar satu bulan lalu,".ucap Papa Mario yang menyiratkan kekecewaan.
Seketika mata Naura membulat sempurna mendengar perkataan barusan.
"Apa?!. Jadi yang kemaren aku lihat itu.?"tanya Naura yang masih merasa tak percaya.
" Bukan, dia bukan hantu." jelas papa Marioo "Apakah Mario belum pernah menceritakan tentang hal ini?"lanjutnya.
"cerita apa?dia ngak pernah mau cerita apa-apa sama aku padahal aku teman satu-satunya dia di sekolah."jelas Naura
"oke, saya ceritakan. Sebenarnya saya mempunyai anak kembar yaitu Mario dan Marvin atau yang dipanggil Dewa.Mario itu pribadi yang dingin,ia suka keluar malam untuk menenangkan dirinya tapi dia tetap tidak punya sahabat karena mereka hanya datang untuk memoroti Mario setelah itu mereka pergi.sedangkan Marvin atau dewa adalah anak yang pandai juga namun penampilannya tidak seperti mario dia culun, entah mengapa dia melakukan hal itu. Mereka berdua itu akur, meskipun berbeda. Saya dan Mama mereka sangatlah sibuk sampai-sampai mereka hanya di urusi oleh pembantu kami, kami bahkan tidak tau kalo Marvin mempunyai sakit yang parah, dua bulan ia dirawat di rumah sakit sampai akhirnya satu bulan lalu ia meninggal."jelas papa Mario panjang lebar lalu ia mengambil nafas dalam untuk melanjutkan ceritanya.
"om, saya ikut berduka cita mendengar cerita om,"kata Naura menengkan .
"Saat Dewa sakit, Mario benar-benar marah pada kami berdua karena memang salah kami tidak bisa mengurus anak kami dengan benar dan lebih mementingkan pekerjaan.Kami berusaha untuk meminta maaf kepada Mario, tapi ia tetap tidak mau memaafkan kami. Saya pun meminta bawahan saya untuk mengawasi Mario, dan dari situ saya tau bahwa Mario sangat rindu dengan sosok Dewa.Disekolah ia bertingkah seperti Dewa dan di rumah ia beringkah seperti Mario."jelas papa Mario.
"maksud om split personallity? maksud saya kepribadian ganda ?" tanya Naura kebingungan.
"bukan,orang yang terkena split personally biasanya tidak sadar dengan kalo dia mengalami hal tersebut.Mungkin lebih tepat kalau disebut alter ego."tutur papa Dewa.
"alter ego Om??Saya masih belum paham."kata Naura dengan wajah meminta penjelasan.
"iya. yang dimaksud alter ego disini adalah jadi dia akan merubah sikapnya di tempat yang berbeda tergantung dengan siapa ia berhadapan, misalnya Mario dengan saya dan mamanya ia selalu bersikap kasar dan dingin seperti membangun dinding tebal dihatinya menutup diri dari kami karena apa yang terlah kami lakukan, sedangkan saat Mario bersama teman sekolahnya ia akan bersikap cerah dan hangat seperti tidak ada kesedihan didunianya meskipun ia sering dibully dan saya tau itu."jelas papa Dewa.
"emang buat apa Dewa jadi pribadi yang beda antara dirumah sama disekolah,Om?"tanya Naura.
"mungkin karena dia sangat rindu dengan sosok Dewa namun ia tidak tau harus apa, Mario memutuskan pindah sekolah dan mengerubah pribadinya di sekolah seperti Dewa untuk mengobati rasa rindunya."jawab Papa Dewa.
"kenapa ngak dibawa ke psikiater aja om ?" tanya Naura heran.
"saya sudah membujuknya beberapa kali ,tapi tetap saja Mario tidak mau. Saya sangat takut dengan keadaan Mario saat ini emosinya masih labil.Setelah mengetahui apa yang Mario lakukan saya mencoba bertanya ke psikiater tanpa adanya Mario." ujar Beliau dengan mimik muka menunjukkan kepasrahan.
Setelah mengetahui semuanya, Naura merasa sangat terkejut karena belum pernah ia menemui kisah seperti ini dari teman-temannya terdahulu.
Naura dan Papa Mario kemudian terdiam dengan pikirannya masing-masing.
***
Didalam ruang inap Mama Mario masih menangis dengan tanganya mengengam erat jemari putranya tersebut. Perlahan mata Mario terbuka.Mario mengerjapkan matanya beberapa kali menyesuaikan dengan cahaya lampu dari ruangan yang didominasi dari warna putih dengan bau obat-obatan tersebut.Mario menengok sekilas ketika mendengar suara isakan dari wanita disebelahnya yang tidak lain adalah ibunya. Ibunya sontak kaget ketika pergerakan tangan Mario.
"kamu sudah sadar nak?Alhamdulillah".ucap Mama mario dengan senyum tulus terulas dibibirnya dan mata berbinar.
"untuk apa anda kesini?" tanya mario ketus.
"mama ingin menjagamu nak,"ucap mama Mario
"hah!!anda benar-benar ibu yang luar biasa perhatian dengan anaknya, beruntung sekali saya" sarkasme Mario mendengar jawaban ibunya tadi.
"maafkan mama nak , atas segalanya yang telah mama lakukan." kata mama Mario memelas.Entah sudah berapa kali beliau mengucapkan kalimat tesebut.
"sudahlah,,untuk apa anda minta maaf, itu hanya akan membuang-buang waktu anda, sebaiknya anda pergi berkerja saja." kata mario dengan seringai di bibirnya.
"cukup Mario!!" ucap papa mario yang baru saja memasukki ruangan tersebut dengan Naura. Mario nampak sedikit terkejut melihat Naura namun, keterkejutanyapun tak berlangsung lama kemudian berubah menjadi ekspresi dingin seperti sebelumnya.
"untuk apa kalian disini? "ujar mario dengan ketus sembari memalingkan wajahnya kearah lain.
"tidak bisakah kau lebih sopan dengan orang tuamu hah? " tanya papa mario dengan sedikit emosi.
"untuk apa? apakah dengan memaafkan dan sopan dengan kalian maka Dewa akan kembali?" tanya Mario dengan seringai yang muncul di wajahnya.
"memang kami akui semua ini salah kami,memang kami tidak pernah meluangkan waktu untuk kalian sehingga kami tidak tau kalau Dewa mengidap penyakit thalasemia.Oleh karena itu papa mama minta maaf sama kamu Mario, atas semua kesalahan kami,kamu satu-satunya anak yang kami punya sekarang. papa mama akan tebus semua kesalahan kami dan apabila waktu bisa diulang kami tidak akan mau hal itu terjadi "ujar papa mario dengan mata nanar.
"Dewa itu ngak butuh harta berlimpah, dia cuma mau kita kumpul bersama disaat-saat terakhirnya !tapi apa?! anda sudah saya telpon hingga puluhan kali untuk pulang kerumah saja tidak ada yang diangkat,apa masih bisa dikatakan bahwa kalian sayang Dewa?"kata Mario dengan wajah merah tanda ia sedang menahan amarahnya.
"cukup Dewa!!atau perlu aku panggil Mario?!.Kamu itu ngak boleh ngomong kayak gitu sama orang tua kamu.Mereka udah susah payah ngebesarin kamu,dan ini balesan kamu?! semua ini tu udah takdir dari Allah buat Dewa . Allah menakdirkan dia umurnya cuma sampe segitu.Kita emang kadang ngak tau apa yang Allah berikan sama kita,bisa sesuatu yang kita inginin atau sebaliknya,tapi semua itu selalu ada hikmahnya.Kalo soal urusan orang tua kamu kurang perhatian, ya memang mungkin mereka salah tapi coba kita pikirin lagi ,ortu kita kerja banting tulang siang malem buat siapa?!ya buat kita,biar kita bisa hidup layak tanpa kekurangan.Satu lagi, orang tua mana sih yang mau kehilangan anaknya?!gak akan ada yang mau yo.Kalo kamu kayak gini terus kamu bisa bikin Dewa ngak tenang disana,dia bakalan sedih kalo tau saudara kembarnya ngak bisa bikin apa yang dia pengen kewujud,yaitu keluarganya bahagia."jelas Naura dengan berapi-api.
Mario pun menunduk menyesali perbuatannya.Cukup lama keheningan menyelimuti ruangan tersebut.Tiba-tiba sebuah kata terucap dari bibir Mario
"maaf"ucap Mario lirih dengan wajah menunduk kebawah menyesali perbuatannya."maaf,kalo selama ini Mario terlalu durhaka sama mama dan papa, maaf kalo selama ini Mario ngak pernah ngertiin posisi mama dan papa, maaf kalo selama ini Mario kurang ngehargai usaha mama dan papa, maaf kalo selama ini Mario ngak pernah dengerin nasehat mama dan papa,maaf selama ini Mario nyusahin mama dan papa"ucap Mario dengan satu tarikan nafas. Mario menghela nafasnya panjang yang menunjukkan kelegaan dihatinya.Mama Mario berhambur memeluk Mario.Mario merasakan rasa hangat,kehangatan yang selama ini ia rindukan karena mamanya yang sibuk bekerja.Naura dan Papa Mario yang melihat kejadian tersebut tersenyum.Senyum yang menunjukkan betapa bahagianya mereka saat ini.