Kamis, 24 Maret 2016

Cerpen

.

 Antara Dewa dan Mario


    "Selamat ulang tahun ke 13 sayang , semoga kalian selalu jadi anak-anak yang baik dan selalu buat bangga mama dan papa,"
    Mario mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan matanya dengan cahaya yang masuk ke dalam kamar lelaki yang baru saja mengalami mimpi itu untuk ke sekian kalianya.Mario bangkit dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi.Tak lama kemudian Mario sudah siap dengan penampilan yang bisa dikatakan sangat tidak pantas untuk penampilan seorang anak pengusaha sukses dan seorang model terkenal.Mario pun bergegas menuju halte terdekat untuk naik bis ke sekolahnya.
***
   Seperti biasanya Mario merupakan anak yang suka dibully di kelasnya dikarenakan penampilannya yang bisa dikatakan  nerd atau kutu buku.
    Keadaan kelas sangatlah sepi mengingat saat ini adalah jam istirahat.Mario memang tidak pernah ke kantin akhir-akhir ini , karena pasti akan ada gerombolan anak kelas 12 yang selalu membully dan memalak Mario disana, bukannya Mario takut, dia hanya ingin melewati masa SMA nya tanpa masalah.Mario mendongakkan kelapanya dari meja ketika mendengar suara kursi di sebelahnya berdecit.
    "Kamu gak ke kantin?"tanya gadis tersebut.
    "engak ra,aku males,kamu kesana sendiri gakpapa kan?"kata Mario membalas pertanyaan Naura.
   Naura adalah teman baru Mario  , Naura bisa di katakan satu-satunya teman Mario, karena memang tidak ada yang mau berteman dengannya.Naura baru saja pindah ke SMA Nusantara 2 minggu lalu.
    "oh, oke aku duluan ya," jawab Naura lalu beranjak dari kursi.
***
   Bel pulang sekolah baru saja berbunyi 5 menit lalu , Mario pun bergegas pulang setelah guru mapel matematika keluar dari kelas.
   " yo,gimana nih kerja kelompoknya mau di kerjain dimana? kalo dirumah kamu gimana?"tanya Naura dengan senyum menghiasi wajahnya.
   "gak gak ,jangan dirumah aku,dirumah kamu aja,"tolak Mario.
   "oh oke , gak masalah , aku tunggu besok minggu jam 9 ya, aku duluan ya,bye " kata Naura sambil berlalu.
***
   Sebelum masuk rumahnya Mario melepaskan kacamata tebal dari wajahnya dan merubah bentuk rambutnya menjadi berbeda. Baru 2 langkah Mario masuk ke rumah sudah terlihat mamanya yang memasang wajah khawatirnya. Mama Mario merupakan model terkenal yaitu Aryana Brimantara, namun sudah hampir 3 bulan ini, tidak ada Aryana yang seperti biasanya, tidak ada gaun cantik, tidak ada make up, dan barang-barang branded yang ia kenakan,hal itu berawal dari kejadian itu,, yang merubah segalanya 180°.
    "Apa yang anda lakukan di sini ?".kata Mario dengan nada ketus.
    "Bagaimana sekolahmu?apakah lancar?Oh iya, mama masak makanan ke sukaan kamu, ayo makan"kata mama Mario dengan senyum yang terukir di wajahnya meskipun terlihat kekecewaan yang mendalam melihat sikap anaknya tadi.
    "Sejak kapan Anda menjadi pura-pura peduli dengan hidup saya?"tanya Mario dengan nada datar.
    " Apakah kamu masih tetap marah dengan mama Dewa ?"tanya Mama Mario dengan lembut.Mario memang dipanggil Dewa karena nama lengkap mario adalah Mario Dewangga Brimantara.
    "Kurasa Anda tau jawabannya sendiri." jawab Mario ketus,sembari merjalan menuju kamarnya meninggalkan mamanya yang masih mematung di ruang tamu.

***
  Sudah tiga hari ini kursi yang berada di barisan paling depan meja guru kosong, hal itu menandakan bahwa Mario atau Dewa sudah tidak masuk selama tiga hari.
   Naura memutuskan untuk bertanya alamat rumah Mario ke wali kelas yang kebetulan mengajar pada jam pelajaran terakhir saat ini karena memang tidak ada temannya yang tau dimana rumah Mario.
   Naura pun segera menuju rumah Marii ketika bel jam pulang sekolah berbunyi.
***
   Tak perlu waktu lama untuk menemukan rumah Mario karena letaknya dekat gerbang kompleks.
   Rumah megah dengan cat warna krem dengan halaman yang luas menambah kesan mewah dari rumah tersebut.
   Dengan langkah ragu, Naura mengetuk pintu tiga kali, tidak ada sautan, Naura mengetuk sekali lagi tak lama pintu tersebut terbuka.Nampak seorang wanita paruh baya dengan bau bawang di badannya
   "cari siapa non?"tanya wanita tersebut.
   "cari Mario bi,"kata Naura.
   "Mario? Oh. den Dewa,Ayo masuk non,"kat wanita tersebut yang merupakan pembantu Mario dengan nada sedikit kebinggungan.
   "Oh. iya bi",kata Naura.
   Dengan langkah ragu Naura melangkahkan kakinya kedalam rumah tersebut. Naura mulai mengamati keadaan rumah Mario, suasananya sepi,mata Naura berhenti di salah satu foto yang tergantung di dinding, terlihat foto tersebut menggambarkan kebahagiaan dari keluarga tersebut.Matanya berhenti selama beberapa detik Naura kaget melihat dari foto tersebut,Mario punya kembaran?
   "Ngapain lu disini hah?" tanya pemuda yang baru saja turun dari tangga terakhir menuju ruang tengah dengan nada dingin.
   Kalimat dari tersebut membuyarkan lamunan Naura.Naura menatap pemuda tersebut dengan mimik muka yang sulit diartikan
  "Hah? maksudnya?"tanya Naura kebingunggan.
  "Pergi." kata pemuda itu lagi dengan nada dingin.
  "aku ke sini mau ke-".ucap Naura yang dipotong oleh pemuda itu
   "gua bilang pergi!!"kata pemuda tersebut dengan nada suara yang lebih tinggi
   Tanpa berkata apa-apa lagi Naura langsung berlari keluar rumah tersebut dengan beribu pertanyaan yang berkecamuk di otaknya.
***
   Hari ini berbeda dengan 3 hari lalu, sekarang Mario sudah masuk kelas. Hari ini Mario datang lebih pagi,  sehingga dia terhindar dari para pembully kelas 12 .Mario membenamkan wajahnya didalam tangan yang dilipatnya di atas meja
   "pagi yo!"sapa Naura saat memasukki kelas.
   Mario tidak menjawab.
   "Yo.."ucap Naura sembari mengoyangkan bahu Mario pelan.
   Mario mengangkat kepalanya dengan malas.
   "Apa?"tanya Mario dengan wajah masam.
   "Eh, eng..engak papa, gak jadi, kamu lanjutin aja tidurnya,maaf kalo aku ganggu.".Kata Naura mengurungkan niatnya untuk bertanya tentang hal kemarin kepada Mario namun ia urungkan karena dia merasa mood Mario sedang tidak bagus hari ini. Naura pun mendudukkan dirinya di bangku belakang Mario.
   Bel istirahat sudah berbunyi sekitar 10 menit lalu, tapi Mario masih terus berkutat dengan buku catatannya.Mario bisa dikatakan anak yang cerdas,meskipun kadang ia tidak masuk tanpa alasan, namun ia selalu masuk rangking tiga besar dan catatannya selalu lengkap, karena meskipun tidak masuk Mario akan meminjam catatan temannya untuk disalin.
   Naura memberanikan dirinya untuk menegur Mario karena sedari tadi  tidak berbicara sama sekali.
   "yo, kantin yuk!aku laper nih,"ajak Naura dengan nada akrab.
   "gak,kamu sendiri aja" jawab Mario dengan nada ketus.
   "kamu kenapa?sakit?"tanya Naura dengan nada sedikit khawatir.
   "aku gakpapa, udah ya ra, aku mau ke perpus dulu"jawab Mario sambil berlalu.
  Naura hanya bisa menatap punggung Mario yang perlahan menghilang dari pandangannya.
***
   kringg
   Bel tanda pulang sekolah baru saja berbunyi yang di iringi sorakan dari siswa yang sudah merasa bosan dengan pelajaran jam terakhir yang menyebalkan.
    "yo!" sapa Naura sembari menepuk pundak Mario.
    "iya ra, kenapa?"tanya Mario dengan senyum tipis yang mengembang dibibirnya.
    Naura merasa aneh dengan perubahan mood  Mario yang sangat cepat,sepertinya baru satu setengah jam lalu Mario memasang wajah menyeramkan dan saat ini dia terlihat begitu bahagia.itu memang aneh
     "yo, kita ngerjain tugas kelompok di rumah aku sekarang gimana ?soalnya waktunya udah mepet, terus kemaren kamu hari minggu pake ada urusan segala jadi kita belum sempet ngerjain."tawar Naura.
    "oke, ayo!"jawab Mario sambil berjalan tetlebih dahulu.Naura pun berlari kecil mensejajrkan langkahnya dengan Mario
***
   Mario menjelajahkan matanya di ruang tamu rumah Naura, rumahnya memang tidak sebesar rumah milik Mario, namun cukup untuk dikatakan sebagai rumah mewah.
   "duduk dulu yo, mau minum apa nih ?"tanya Naura sembari mendudukkan tas nya di sofa.
   "eh iya, air mineral aja"ucap Mario.
   Naura menuju kamarnya terlebih dahulu untuk mengangti pakaian seragamnya dengan baju rumah , lalu mengambilkan segelas air putih dan cemilan dari dapur membawanya ke ruang tamu.
   "rumah kamu bagus juga,"kata Mario ketika melihat Naura mendudukkan dirinya karpet ruangan tersebut.
   "nih minumnya, makasih, tapi ini bukan rumah aku, ini rumah ortu aku, lagian rumah kamu lebih bagus dari ini"ucap Naura sembari meletakkan nampan berisi minum tadi di atas meja.
   Mimik wajah Mario berubah
   "lain kali jangan ke rumah aku lagi tanpa ngomong sama aku dulu"kata Mario dengan nada datar.
     "ehm..oke, eh kemaren aku liat cow--"kata Naura yang tiba-tiba diputus oleh Mario.
     "udahh...buruan kerjain tugasnya nanti gak selesai."ucap Mario mengalihkan pembicaraan yang akan berbahaya jika terus berlanjut.
     "oke.eh gimana kalo bagi tugas aja, aku yang ngerangkum, kamu yang ngetik gimana?" tanya Naura.
      "oke gak masalah"kata Mario  sembari tersenyum dan membenarkan kacamatanya yang melorot.
***
   Mario keluar dari kamar mandi sembari mengusap rambutnya yang setengah basah. Mario sangat terlihat berbeda tidak ada kacamata tebal, tidak ada poni yang menutupi jidatnya ,tidak ada dasi yang mencekat lehernya. Mario benar benar membuat yang melihatnya tidak percaya bahwa dia Mario, pemuda nerd yang pandai dari SMA Nusantara.
   Mario menjatuhkan punggungnya di atas kasurnya, belum sempat ia menutupkan matanya ,terdengar suara pintu kamarnya terbuka,terlihat mamanya masuk dengan segelas teh dan makanan di tangannya. Mario pun menghembuskan nafasnya kasar saat mengetahui bahwa itu mamany.Mama Mario berjalan mendekati Mario yang masih tetap memang langit-langit kamarnya.
    "untuk apa Anda kesini? "tanya Mario dengan ketus sembari mendudukkan dirinya di tepi ranjangnya .Mamanya pun meletakkan nampan yang dibawanya di atas nakas.
    "mama minta maaf Dewa !! tolong ngertiin perasaan mama Dewa!"kata  mama Mario dengan lembut.
"Mama sayang sama kalian"kata mama mario dengan suara rendah karena menahan tangisnya.
Deg. Ya,ini bukan pertama kalinya ibunya meminta maaf, namun baru kali ini Mario merasakan suatu makna maaf yang terasa tulus dalam lubuk hatinya. Mario hanya bisa mengelus dada, matanya nanar dan berkaca-kaca menahan dirinya untuk tetap tenang.
   "Cukup!,saya mohon Anda keluar dari sini"kata mario tanpa menatap ibunya tersebut.
     Mama Mario pun keluar dengan air mata yang mengalir di pipinya.Mario langsung mengambil jaket dan kunci motornya. Mario memacu motornya kencang membelah hingar bingar kota jakarta di malam hari, Mario menuju ke sebuah club malam.
    Mario pulang dengan penampilan yang sangat kacau,dirinya dalam keadaan setengah sadar.Ya, Mario pulang mengendarai motornya sendiri kerumahnya, karena memang ia tidak ingin ada yang mengetahui letak rumahnya.
***
   Naura berjalan melewati koridor kantin, hari ini ia pergi kekantin sendiri karena dirinya harus membantu guru terlebih dahulu.
   Langkah Naura terhenti ketika melihat segerombolan kakak kelas pembully pergi menjauh dari seorang laki-laki yang saat ini sedang duduk dilantai menundukkan wajahnya.
Ya, laki-laki itu adalah Mario, ya satu-satu nya murid yang sampai saat ini masih sering di bully oleh kakak kelas.
    "kamu ga papa ?" tanya Naura
    "lu ngapain disini?"tanya Mario ketus kepada Naura
    "hah?"tanya Naura kebingunggan.
    Mario tersadarkan, kemudian dia memakai kacamatanya yang sempat terlepas.
    "eh, Naura , aku gakpapa kok,"jawab Mario"yuk kekantin"lanjut Mario.
     Mario dan Naura pun berjalan menuju kantin.
***
    Mario turun dari angkot yang ia naikk dari sekolah menuju sebuah warung tempat ia menitipkan motornya hari ini. Mario tidak ingin teman-temannya melihat dirinya mengendari motor ke sekolah, mana mungkin seorang nerd mengendari motor yang keren.
     Hari ini Mario berencana untuk tidak pulang ke rumah, dia akan datamg ke rumah kontrakan yang dia sewa untuk menghabiskan waktunya untuk bermain ps atau yang lainnya.
   
***
   Seorang pemuda keluar dari rumah yang baru berapa menit lalu ia masuki  pergi menuju mini market terdekat untuk membeli makanan dan snack untuk dirinya.Tak sengaja Mario bertemu  dengan Naura.Naura tampak binggung dengan laki-laki yang sedang berada di sebelahnya ketika dirinya saat ini membayar dikasir, ia merasa pernah melihatnya tapi dia binggung dimana ia melihatnya. Naura pun memutuskan untuk bertanya.
    "halo, aku Naura, kayaknya kita udah pernah ketemu deh, tapi dimana ya?"tanya Naura memulai pembicaraan.
    "lu siapa?emang kita pernah ketemu?jangan sok kenal."jawab laki-laki itu ketus.
    "iya,waktu itu kita udh pernah ketemu tapi gak tau dimana,oh iya, nama kamu siapa?"tanya Naura lagi.
    "Gua Dewa, kenapa? eh,,lu bisa minggir gak gua mau bayar nih."jawab laki-laki tersebut dengan dingin.
    "oh oke, aku duluan ,bye" kata Naura lalu berjalan keluar mini market.
***
   Mario masuk rumah kontrakannya dengan keadaan basah kuyup.Hari ini hujan turun dengan derasnya,karena tidak membawa baju ganti Mario memutuskan untuk tidur dengan keadaan sedikit basah.
***
    Hari ini Mario tidak masuk kesekolah ia memutuskan untuk membolos hari ini karena ia tak enak badan.
     Malam harinya meskipun keadaan Mario tidak begitu baik ia memilih pulang kerumah untuk menganti pakainannya. Setelah selesai menganti baju ia langsung menancap gas menuju sebuah club malam yang biasa ia kunjungi.
     Sampai di club tersebut, tidak lama setelah Mario masuk, segerombolan anak-anak tanpa ba-bi-bu langsung menghajar Mario,dan setelah itu semua gelap.
***
    Berhari-hari Mario tidak datang ke sekolah.Naura memutuskan untuk mendatangi rumah Mario untuk kedua kalinya dengan ragu-ragu.
    Sampai di rumah Mario terlihat, pembantu Mario sedang membersihkan halaman depan rumahnya.Naura pun bertanya keberadaan Mario, Naura sangat kaget ketika pembantu Mario mengatakan bahwa Mario di opnam di rumah sakit.Setelah diberi tahu alamat rumah sakit, Naura pun langsung bergegas.
***
    Seorang wanita paruh baya sedang duduk termenung pada deretan bangku di depan ruang inap vip.Kaki-kakinya tidak mampu menahan beban tubuhnya saat ini, nafasnya pun juga tersengal-sengal sebagai akibat dari berita semalam.
   Dengan sisa tenaga yang ia miliki, wanita tersebut menegakkan dirinya dan berjalan memasukki ruang inap tersebut. Matanya memanas ketika melihat seorang pemuda yang mengatupkan matanya dan infus yang terpasang pada tangan kanannya. Dengan pasti wanita tersebut menggengam jemari pemuda tersebut.
    "maafkan mama, Mario sayang" bisiknya dengan suara parau.
    Ceklek
     Terdengar suara pintu terbuka.Tampak seorang Lelaki yang menampakkan wajah khawatirnya memasukki ruangan .Dia adalah Ardi Brimantara,ayah Mario.Ardi menghampiri Mama Mario yang masih menangis sesengukkan
    "aku tunggu di luar"ucap papa mario yang kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut.
     Belum lama duduk papa Marik di depan kamar anaknya,datang seorang gadis sebaya dengan Mario menghampirinya.
    "permisi om, ini ruang inap Mario bukan ?" tanya Naura dengan sopan.
    "iya benar, kamu siapa ya?"jawab papa Mario.
    "saya Naura Hardjojo om, teman sekolahnya Mario. Om siapanya Mario ?"tanya Naura sembari menyalami papa Mario.
    "Saya Ardi, papanya Mario."kata Papa Mario"kita tungu disini dulu, sedang ada Mama Mario didalam,tunggu sampai dia keluar."lanjutnya seraya mendudukan tubuhnya di kursi panjang tersebut
     "tentu. Om saya mau tanya Mario itu punya kembaran ya?"tanya Naura.
     "kamu tau dari mana?"tanya Papa Mario dengan mimik wajah kaget.
     "kenapa om ?saya salah ngomong ya?"tanya Naura seketika ketika melihat mimik muka Om Ardi yang berubah menyiratkan kesedihan yang mendalam.
     "engak kok, om cuma keingetan sama kembarannya Mario."jawab papa Mario dengan suara yang menunjukkan kesedihan.
      "namanya Dewa bukan?"tanya Naura"aku pernah ketemu dua hari lalu" lanjutnya.
      "dia sudah meninggal sekitar satu bulan lalu,".ucap Papa Mario yang menyiratkan kekecewaan.
      Seketika mata Naura membulat sempurna mendengar perkataan barusan.
      "Apa?!. Jadi yang kemaren aku lihat itu.?"tanya Naura yang masih merasa tak percaya.
      " Bukan, dia bukan hantu." jelas papa Marioo "Apakah Mario belum pernah menceritakan tentang hal ini?"lanjutnya.
      "cerita apa?dia ngak pernah mau cerita apa-apa sama aku padahal aku teman satu-satunya dia di sekolah."jelas Naura
       "oke, saya ceritakan. Sebenarnya saya mempunyai anak kembar yaitu Mario dan Marvin atau yang dipanggil Dewa.Mario itu pribadi yang dingin,ia suka keluar malam untuk menenangkan dirinya tapi dia tetap tidak punya sahabat karena mereka hanya datang untuk memoroti Mario setelah itu mereka pergi.sedangkan Marvin atau dewa adalah anak yang pandai juga namun penampilannya tidak seperti mario dia culun, entah mengapa dia melakukan hal itu. Mereka berdua itu akur, meskipun berbeda. Saya dan Mama mereka sangatlah sibuk sampai-sampai mereka hanya di urusi oleh pembantu kami, kami bahkan tidak tau kalo Marvin mempunyai sakit yang parah, dua bulan ia dirawat di rumah sakit sampai akhirnya satu bulan lalu ia meninggal."jelas papa Mario panjang lebar lalu ia mengambil nafas dalam untuk melanjutkan ceritanya.
    "om, saya ikut berduka cita mendengar cerita om,"kata Naura menengkan .


    "Saat Dewa sakit, Mario benar-benar marah pada kami berdua karena memang salah kami tidak bisa mengurus anak kami dengan benar dan lebih mementingkan pekerjaan.Kami berusaha untuk meminta maaf kepada Mario, tapi ia tetap tidak mau memaafkan kami. Saya pun meminta bawahan saya untuk mengawasi Mario, dan dari situ saya tau bahwa Mario sangat rindu dengan sosok  Dewa.Disekolah ia bertingkah seperti Dewa dan di rumah ia beringkah seperti  Mario."jelas papa Mario.
    "maksud om split personallity?  maksud saya kepribadian ganda ?" tanya Naura kebingungan.
     "bukan,orang yang terkena split personally biasanya tidak sadar dengan kalo dia mengalami hal tersebut.Mungkin lebih tepat kalau disebut alter ego."tutur papa Dewa.
    "alter ego Om??Saya masih belum paham."kata Naura dengan wajah meminta penjelasan.
    "iya. yang dimaksud alter ego  disini adalah  jadi dia akan merubah sikapnya di tempat yang berbeda tergantung dengan siapa ia berhadapan, misalnya Mario dengan saya dan mamanya ia selalu bersikap kasar dan dingin seperti membangun dinding tebal dihatinya menutup diri dari kami karena apa yang terlah kami lakukan, sedangkan saat Mario bersama teman sekolahnya ia akan bersikap cerah dan hangat seperti tidak ada kesedihan didunianya meskipun ia sering dibully dan saya tau itu."jelas papa Dewa.
    "emang buat apa Dewa jadi pribadi yang beda antara  dirumah sama disekolah,Om?"tanya Naura.
    "mungkin karena dia sangat rindu dengan sosok Dewa namun ia tidak tau harus apa, Mario memutuskan pindah sekolah dan mengerubah pribadinya di sekolah seperti Dewa untuk mengobati rasa rindunya."jawab Papa Dewa.
    "kenapa ngak dibawa ke psikiater aja om ?" tanya Naura heran.
    "saya sudah membujuknya beberapa kali ,tapi tetap saja Mario tidak mau. Saya sangat takut dengan keadaan Mario saat ini emosinya masih labil.Setelah mengetahui apa yang Mario lakukan saya mencoba bertanya ke psikiater tanpa adanya Mario." ujar Beliau dengan mimik muka menunjukkan kepasrahan.
    Setelah mengetahui semuanya, Naura merasa sangat terkejut karena belum pernah ia menemui kisah seperti ini dari teman-temannya terdahulu.
    Naura dan Papa Mario kemudian terdiam dengan pikirannya masing-masing.
***
   Didalam ruang inap Mama Mario masih menangis dengan tanganya mengengam erat jemari putranya tersebut. Perlahan mata Mario terbuka.Mario mengerjapkan matanya beberapa kali menyesuaikan dengan cahaya lampu dari ruangan yang didominasi dari warna putih dengan bau obat-obatan tersebut.Mario menengok sekilas ketika mendengar suara isakan   dari wanita disebelahnya yang tidak lain adalah ibunya. Ibunya sontak kaget ketika pergerakan tangan Mario.
    "kamu sudah sadar nak?Alhamdulillah".ucap Mama mario dengan senyum tulus terulas dibibirnya dan mata berbinar.
    "untuk apa anda kesini?" tanya mario ketus.
     "mama ingin menjagamu nak,"ucap mama Mario
     "hah!!anda benar-benar ibu yang luar biasa perhatian dengan anaknya, beruntung sekali saya" sarkasme Mario  mendengar jawaban ibunya tadi.
     "maafkan mama nak , atas segalanya yang telah mama lakukan." kata mama Mario memelas.Entah sudah berapa kali beliau mengucapkan kalimat tesebut.
     "sudahlah,,untuk apa anda minta maaf, itu hanya akan membuang-buang waktu anda, sebaiknya anda pergi berkerja saja." kata mario dengan seringai di bibirnya.
      "cukup Mario!!" ucap papa mario yang baru saja memasukki ruangan tersebut dengan Naura. Mario nampak sedikit terkejut melihat Naura namun, keterkejutanyapun tak berlangsung lama kemudian berubah menjadi ekspresi dingin seperti sebelumnya.
    "untuk apa kalian disini? "ujar mario dengan ketus sembari memalingkan wajahnya kearah lain.
    "tidak bisakah kau lebih sopan dengan orang tuamu hah? " tanya papa mario dengan sedikit emosi.
     "untuk apa? apakah dengan memaafkan dan sopan dengan kalian maka Dewa akan kembali?" tanya Mario dengan seringai yang muncul di wajahnya.
     "memang kami akui semua ini salah kami,memang kami tidak pernah meluangkan waktu untuk kalian sehingga kami tidak tau kalau Dewa mengidap penyakit thalasemia.Oleh karena itu papa mama minta maaf sama kamu Mario, atas semua kesalahan kami,kamu satu-satunya anak yang kami punya sekarang. papa mama akan tebus semua kesalahan kami dan apabila waktu bisa diulang kami tidak akan mau hal itu terjadi "ujar papa mario dengan mata nanar. 
    "Dewa itu ngak butuh harta berlimpah, dia cuma mau kita kumpul bersama disaat-saat terakhirnya !tapi apa?! anda sudah saya telpon hingga puluhan kali untuk pulang kerumah saja tidak ada yang diangkat,apa masih bisa dikatakan bahwa kalian sayang Dewa?"kata Mario dengan wajah merah tanda ia sedang menahan amarahnya.
    "cukup Dewa!!atau perlu aku panggil Mario?!.Kamu itu ngak boleh ngomong kayak gitu sama orang tua kamu.Mereka udah susah payah ngebesarin kamu,dan ini balesan kamu?! semua ini tu udah takdir dari Allah buat Dewa . Allah menakdirkan dia umurnya cuma sampe segitu.Kita emang kadang ngak tau apa yang Allah berikan sama kita,bisa sesuatu yang kita inginin atau sebaliknya,tapi semua itu selalu ada hikmahnya.Kalo soal urusan orang tua kamu kurang perhatian, ya memang mungkin mereka salah tapi coba kita pikirin lagi ,ortu kita kerja banting tulang siang malem buat siapa?!ya buat kita,biar kita bisa hidup layak tanpa kekurangan.Satu lagi, orang tua mana sih yang mau kehilangan anaknya?!gak akan ada yang mau yo.Kalo kamu kayak gini terus kamu bisa bikin Dewa ngak tenang disana,dia bakalan sedih kalo tau saudara kembarnya ngak bisa bikin apa yang dia pengen kewujud,yaitu keluarganya bahagia."jelas Naura dengan berapi-api.
   Mario pun menunduk menyesali perbuatannya.Cukup  lama  keheningan menyelimuti ruangan tersebut.Tiba-tiba sebuah kata terucap dari bibir Mario
   "maaf"ucap Mario lirih dengan wajah menunduk kebawah menyesali perbuatannya."maaf,kalo selama ini Mario terlalu durhaka sama mama dan papa, maaf kalo selama ini Mario ngak pernah ngertiin posisi mama dan papa, maaf kalo selama ini Mario kurang ngehargai usaha mama dan papa, maaf kalo selama ini Mario ngak pernah dengerin nasehat mama dan papa,maaf selama ini Mario nyusahin mama dan papa"ucap Mario dengan satu tarikan nafas. Mario menghela nafasnya panjang yang menunjukkan kelegaan dihatinya.Mama Mario berhambur memeluk Mario.Mario merasakan rasa hangat,kehangatan yang selama ini ia rindukan karena mamanya yang sibuk bekerja.Naura dan Papa Mario yang melihat kejadian tersebut tersenyum.Senyum yang menunjukkan betapa bahagianya mereka saat ini.



Rabu, 23 Maret 2016

Laporan Pembelajaran Luar Sekolah



1.      SEJARAH MUSEUM SANGIRAN 


A.   Sejarah Museum Sangiran



Gerbang Sangiran 
Sejarah museum sangiran bermula dari kegiatan penelitian yang dilakukan oleh von koenigswald sekitar tahun 1930-an. Di dalam kegiatannya von koenigswald dibantu oleh marsono, kepala desa krikilan pada masa itu. Balung buto adalah fosil yaitu sisa-sisa organisme atau jasad hidup purba yang terawetkan didalam bumi.
         Fosil-fosil tersebut kemudian dikumplkan di Pendopo Kelurahan Krikilan untuk bahan penelitian Von Koenigswald, maupun para ahli lainnya. Fosil-fosil yang dianggap penting dibawa oleh masing-masing peneliti ke laboratorium mereka, sedang sisanya dibiarkan menumpuk di Pendopo Kelurahan Krikilan.
        Dari Pendopo Kelurahan Krikilan inilah lahir cikal bakal Museum Sangiran.
        Untuk menampung koleksi fosil yang semakin hari bertambah maka pada tahun 1974 Gubernur Jawa Tengah melalui Bupati Sragen membangun Museum kecil di Desa Krikilan, Kec. Kalijambe, museum tersebut diberi nama “ Museum Plestosen “. Seluruh koleksi di Pendopo Kelurahan Krikilan kemudian dipindahkan ke Museum tersebut. Saat ini sisa bangunan museum telah dirombak dan dialihfungsikan menjadi Balai Desa Krikilan.

        Tahun 1983 pemerintah pusat membangun museum baru yang lebih besar di Ds. Ngampon, Ds. Krikilan, Kec. Kalijambe, Kab. Sragen. Kompleks museum ini didirikan diatas tanah seluas 16.675 m². bangunannya antara lain terdiri dari ruang pameran, ruang pertemuan/seminar, ruang kantor/administrasi, ruang perpustakaan, ruang storage, ruang laboratorium, ruang istirahat/ruang tinggal peneliti, ruang garasi dan kamar mandi. Selanjutnya koleksi yang ada di museum Plestocen, Krikilan dan koleksi dimuseum Dayu dipindahkan ke museum yang baru ini. Museum ini selain berfungsi untuk memamerkan hasil temuan dari kawasan Sangiran juga berfungsi untuk mengkoservasi temuan yang ada dan sebagai pusat perlindungan dan pelestarian kawasan Sangiran.
Tahun 1998 Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah melengkapi kompleks museum Sangiran dengan bangunan Audio Visual disisi timur museum. Dan tahun 2004 Bupati Sragen mengubah interior ruang kantor dan runag pertemuan menjadi ruang pameran tambahan.
        Tahun 2003 Pemerintah pusat merencanakan membuat museum yang lebih representatif menggantikan museum yang ada secara bertahap. Awal tahun 2004 ini telah selesai didirikan bangunan perkantoran tiga lantai terdiri ruang baseman untuk gudang, lantai satu untuk laboratorium dan lantai dua untuku perkantoran. Program selanjutnya adalah membuat ruang audio visual, ruang transit untuk penerimaan pengunjung, ruang pameran bawah tanah, ruang pertemuan, perpustakaan, taman purbakala dll.

B.    Koleksi Museum Sangiran
       Koleksi yang ada di Museum Situs Manusia Purba Sangiran saat ini, semua berasal dari sekitar Situs Sangiran. Saat ini jumlah koleksi seluruhnya + 13.808 buah. Koleksi tersebut akan selalu bertambah karena setiap musim hujan, bumi Sangiran selalu mengalami erosi yang sering menyingkapkan temuan fosil dari dalam tanah.
Koleksi yang ada di Museum Sangiran antara lain berupa fosil manusia, fosil hewan, fosil tumbuhan, batu-batuan, sedimen tanah, dan juga peralatan batu yang dulu pernah dibuat dan digunakan oleh manusia purba yang pernah bermukim di Sangiran.
Koleksi-koleksi tersebut sebagian besar masih disimpan di gudang dan sebagian lagi di pajang di ruang pameran. Ruang pameran saat ini ada 3 ruang.


1.    RUANG PAMERAN UTAMA
Ruang Pameran 1
    
               Moluska termasuk filum invertebrata. Terbagi menjadi 7 klas dan lebih dari 100.000 spesies. Pada vitrin ini dipamerkan contoh-contoh moluska klas Pelecipoda (kerang dengan dua cangkang) dan klas Sastropoda (kerang bercangkang spiral), yang ditemukan pada Formasi Kalibeng dan Formasi Pucangan.
                Venericardia,  Arca, Pecten,Terlina, Ostrea,Steinkern, Fragmen Tridacna,Ammonia,Vermetus.Orthaulax, Olivia,Turbo,Eupleura,Strombus, Turritella,Conus,  Urosalpinx ,Buccina, Stinkern.

   Binatang Air
Berisi fosil tengkorak buaya, fosil kura-kura, fosil ikan, dan fosil kepiting. Temuan fosil ikan Hiu menunjukkan bahwa Kawasan Sangiran pernah digenangi oleh air laut. Lingkungan ini kemudian berubah menjadi danau dan rawa-rawa dengan bukti temuan fosil buaya dan kura-kura, dan kepiting.
 Tengkorak Buaya (Crocodilus Sp.), Kura-Kura (Cheloma Sp.),Rahang dan Sirip Belakang Ikan,  Gigi Ikan Hiu, Ruas Tulang Belakang Ikan, Sirip Ikan Bagian Depan,Kepiting.


    Fosil Kayu
         Selain sisa-sisa manusia dan binatang purba, di kawasan Cagar Budaya Sangiran ditemukan pula sisa-sisa batang pohon yang telah menjadi fosil. pada vitrin ini dipamerkan Fosil Batang Pohon dari Dukuh Jambi, Desa Dayu, Kec. gondangrejo, Kab. karanganyar, yang ditemukan tahun 1955 dan fosil batang Pohon dari Desa Krikilan, Kec. Kalijambe, Kab. Sragen, yang ditemukan tahun 1977. Keduanya dari Formasi Pucangan.

   Kua Nil (Hippopotamus Sp)
Rangka Kuda Nil Purba
             Kuda Nil adalah binatang darat yang hidup di danau atau rawa-rawa dan dapat menyelam di dalam air selama 5 menit dengan cara menutup lubang hidung dan matanya. Di daerah Sangiran binatang ini ditemukan pada formasi antara Pucangan dan Kabuh. Rahang Bawah (Mandibula), Rahang Atas (Maxilla), Tulang Kering (Tibia )bdan Tulang Kaki Depan Bagian Atas (Humerus)





Copy Fosil Tengkorak Manusia
Siklus hidup manusia 
         Berisi copy tengkorak manusia purba dari berbagai situs prasejarah dunia yang secara berurutan menggambarkan bukti-bukti evolusi manusia purba.  Australopithecus Africanus (Copy),Pithecanthropus Modjokertensis (Copy),Tengkorak Pithecanthropus Erectus II (Copy), Tengkorak Pithecanthropus VIII (Sangiran 17) dan Tengkorak Pithecanthropus Soloensis (Copy)
Fosil tengkorak Homo Erectus terlengkap hingga saat ini yang pernah ditemukan di Indonesia. Terdiri dari tempurung, kepala, bagian muka, dan rahang atas dengan gigi prageraham (premolar 4), taring (canine) kiri, serta geraham (molar 1-3) kanan.
Fosil ditemukan di sebelah selatan kali Pucung, Desa Dayu, Kec. Gondangrejo, Kab. Karanganyar. Secara geologis fosil ini diperkirakan berumur 700.000 tahun yang lalu. (Copy dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Bandung).

 Alat-Alat Batu
          Manusia purba yang hidup di Sangiran menggunakan batu sebagai peralatan untuk temuan alat batu di Situs Sangiran membuktikan tentang adanya adaptasi manusia purba terhadap lingkungannya. Ditemukan “bakalan” kapak batu di daerah Sangiran, membuktikan bahwa alat-alat batu tersebut tidak didatangkan dari tempat lain. Adapun alat-alat batu yang ditemukan di Sangiran antara lain : serpih dan bilah, serut dan gurdi, bakalan kapak batu, beliung persegi, kapak perimbas,batu inti, dan bola batu.
    Contoh Batuan Dari Situs sangiran
Memamerkan beberapa jenis contoh batu dan batuan yang ditemukan di kawasan Cagar Budaya Sangiran yang dapat dijadikan sebagai indikasi terhadap alam dan lingkungan Sangiran, yang secara geologis dapat membverikan informasi kondisi alam purba masa itu. Batu Rijang, Batu Meteor,
Batu Kalsedon,Batuan Konkresi,  Batu Cetakan (Steinkernf),Batu Koral, Batu Diatomeh,Batu Gamping Moluska,Batu Gamping Foraminiferaj.

 Gajah Purba
Rangka Gajah dan Rusa Purba 
           Gajah purba yang pernah hidup di daerah Cagar Budaya Sangiran antara lain jenis Mastodon, Stegodon dan Elephas. Spesies Stegodon Trigonocephalus merupakan jenis gajah purba yang paling banyak ditemuka di Situs Sangiran. Fosil binatang ini banyak ditemukan pada Formasi Pucangan Atas dan Kabuh dan hidup antara 1.200.000-500.000 tahun yang lalu.


Fosil Bovidae
          Bovidae adalah kelompok binatang bertanduk seperti Kerbau, Banteng dan lain-lain. Fosil binatang ini banyak ditemukan pada Formasi Pucangan Atas dan Formasi Kabuh7.    Rahang Atas (Maxilla)    25 Februari 1975    Formasi Kabuh Bawah, Sangiran

Fosil Rusa (Cervus Sp)
      Berisi fosil rusa dan domba yang pernah hidup pada kala Pleistosin Tengah dan diendapkan pada Formasi Kabuhg

 Fosil Babi, Harimau, dan Badak
No.    Nama Koleksi    Penemu & Tgl Temuan    Asal Temuan.  Rahang Atas Babi Sus Brachynathus ,  Rahang Bawah (Mandibula) Babi Sus Terhaari , Tengkorak Harimau (Cranium Fellis Paleojavanica, Tulang Paha Harimau (Femur) ,Taring Harimau (Canine),  Tengkorak Badak (Rhinoceros Sondaicus) , Rahang Bawah Badak , Tulang Belikat Badak    Danisu, Rahang Atas Elephas Namadicus.

 Rahang Gajah
Berisi rahang atas Stegodon trigonocephalus dan rahang bawah Elephantoides. keduanya adalah jenis gajah purba yang pernah hidup di Sangiran.

2.    RUANG PAMERAN TAMBAHAN I
Ruang Pameran 2


 Bola Batu ,Rahang Atas Babi  Rahang bawah Babi Taring Babi , Rahang Bawah Badak    Gudel,Tengkorak Banteng(Bibos Palaeosondaicus), Tl kaki depan (Radius) Gajah Tl. hasta (Ulna) Gajah ,Rahang Atas Gajah , Tl Pinggul (Pelvis) gajah ,Rahang bawah gajah, Tl jari Gajah ,Rahang Atas (maxilla) Rusa Tanduk Rusa ,Tengkorak Banteng  .










3.    RUANG PAMERAN TAMBAHAN II

                 Rahang Bawah Kuda Nil (Hippopotamus) , Kura-Kura (Chelonia), Rahang Atas Dan Gigi Buaya , Kepiting, tlg.Ikan,Gigi Hiu  ,Koral/Batu.Karang & Diatome ,Marginellidae,Buccinidae,Canideae , Tridacna Maxima:Pugillina Cochillidium;Placuna Ephippum Pernoviridis ,Metraviolacea, Veneridae, Tonnidalium, Valuddae, Cyimbiola , Turriteilla, Cantharus Melanasioum ,Pleuraploca Trapizium Pugilina Cochilidium, Fosil kayu.       


Foto Penunjang